SEJARAH RINGKAS PERGURUAN TINGGI HAJI AGUS SALIM BUKITTINGGI

Yayasan Indonesia Raya sebagai Badan Hukum Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BP-PTS) Haji Agus Salim didirikan pada hari sabtu tanggal 29 September 1984 berdasarkan Akta Notaris Achtar Ilyas, SH No. 39 tahun 1984. Setelah lahirnya Undang-undang No. 16 tahun 2001 dan Undang-undang No. 28 tahun 2004 tentang yayasan sertaPeraturan Pemerintah No. 63 tahun 2008 tentang pelaksanaan undang-undang tentang yayasan, maka keberadaan seluruh yayasan di Indonesia diwajibkan mendaftar ulang pada departemen hukum dan HAM, maka berdasarkan surat keputusan Dirjen Administrasi Hukum Umum Depkumham No. C-1942. HT.01.02.TH.2007, Yayasan Indonesia Raya resmi memperoleh pengesahan akan keberadaannya.

Yayasan Indonesia Raya sebagai Badan Hukum Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (BP-PTS) Haji Agus Salim didirikan pada hari sabtu tanggal 29 September 1984 berdasarkan Akta Notaris Achtar Ilyas, SH No. 39 tahun 1984. Setelah lahirnya Undang-undang No. 16 tahun 2001 dan Undang-undang No. 28 tahun 2004 tentang yayasan sertaPeraturan Pemerintah No. 63 tahun 2008 tentang pelaksanaan undang-undang tentang yayasan, maka keberadaan seluruh yayasan di Indonesia diwajibkan mendaftar ulang pada departemen hukum dan HAM, maka berdasarkan surat keputusan Dirjen Administrasi Hukum Umum Depkumham No. C-1942. HT.01.02.TH.2007, Yayasan Indonesia Raya resmi memperoleh pengesahan akan keberadaannya.

Maksud pendirian Yayasan Indonesia raya di Bukittinggi adalah dalam rangka mewujudkan Universitas Haji Agus Salim yang sudah lama dicita-citakan dan didambakan kehadirannya oleh masyarakat di Sumatera barat terutama sekali di kota Bukittinggi yang gagasan pertama kalinya dikemukakan oleh bapak Mayjen (Purn) Ir. Azwar Anas selaku Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi Sumatera barat pada saat itu. Pemakaian nama Haji Agus Salim telah memperoleh restu dari keluarga almarhum Haji Agus Salim, seperti tertera dalam surat pernyataan tanggal 8 Oktober 1984 oleh sdr. Kolonel Islam Salim yang mewakili keluarga pada upacara peringatan 100 tahun Haji Agus Salim. Dewasa ini, Perguruan Tinggi Haji Agus Salim Bukittinggi telah memiliki 3 Sekolah tinggi salah satu di antaranya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Haji Agus Salim Bukittinggi (STIE) Haji Agus Salim Bukittinggi.

STIE Haji Agus Salim Bukittinggi merupakan Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Indonesia Raya. Sebagai Badan Hukum Penyelenggara (BHP) Perguruan Tinggi Haji Agus Salim Bukittinggi, Yayasan Indonesia Raya didirikan dengan Akte Notaris Achtar Ilyas, SH Nomor 39 tahun 1984. Dengan tujuan dalam rangka mewujudkan berdirinya Universitas Haji Agus Salim yang sudah lama dicita-citakan masyarakat di Bukittinggi.STIE Haji Agus Salim Bukittinggi sebagai cikal bakal berdirinya Universitas Haji Agus Salim, berdiri pertama kali berdasarkan izin operasional dari Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah I Medan Nomor 147/SKKPPS/KOP.I/198 tanggal 05 Juni 1985 dengan 2 (dua) jurusan yakni Jurusan Ilmu Pembangunan dan Jurusan Manajemen dengan Program Studi Ilmu Manajemen. Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Akreditasi Nasional Nomor 002/BAN-PT/Ak/2002 tanggal 02 Maret 2002, Program Studi Manajemen memperoleh status Terakreditasi. Sejak tahun 2005, STIE Haji Agus Salim Bukittinggi telah menambah satu Program Studi baru yaitu D-III Akuntansi dengan izin penyelenggaraan dari Dirjen DIKTI Nomor 3354/D/T/2005 tanggal 12 Oktober 2005.

STIE Haji Agus Salim Bukittinggi yang melaksanakan Program Strata-1 (S-1) untuk kedua Program Studi yang pada awal berdirinya berlokasi di Jalan Merapi No. 14 Kompleks Ex. APDN Bukittinggi dan semenjak tahun 1994 telah 1994 telah memiliki kampus sendiri yang berlokasi di Jl. Prof. DR. Bachder Djohan (Jangkak) Mandiangin di Bukittinggi. Kemudian, akhir tahun 2010 tepatnya bulan Oktober STIE Haji Agus Salim membuka Program Magister Manajemen (Strata-2) dan bulan September 2012 telah dibuka Program Studi Strata-1 Jurusan Akuntansi. Staf Pengajar STIE Haji Agus Bukittinggi berasal dari Dosen Tetap Yayasan Indonesia Raya dan PNSD serta Dosen Tidak Tetap yang berasal dari Universitas Negeri dan Swasta serta Praktisi.